Proses Pembuatan Furniture Jepara Kualitas Terbaik

furniture jepara

Furniture merupakan suatu kebutuhan dalam rumah yang mampu memperindah dan mempercantik tata ruang rumah. Selain berguna bagi kebutuhan rumah, furniture juga bermanfaat untuk kebutuhan pribadi, karena dengan adanya furniture maka akan terpenuhi segala macam keinginan anda. Dengan adanya furniture, maka anda dapat duduk di sofa, dapat tidur di tempat tidur.

Selain itu barang barang rumah seperti peralatan masak, bumbu, pakaian, buku, dan sejenisnya dapat tertata rapi diletakan dalam sebuah furniture yang telah dibentuk menjadi beragam varian. Tentunya furniture ini menjadi sebuah nilai yang sangat tinggi bagi para pengrajinnya, karena beberapa diantara mereka sangat mengandalkan konsentrasi lebih pada proses pembuatan furniture, sehingga bisa menghasilkan sebuah furniture mewah yang bermanfaat.

Dalam menjadi sebuah furniture, perlu mengandalkan berbagai tahapan yang dilalui. Tahapan tersebut akan membuat sebuah furniture menjadi karya yang cukup diminati dalam perindustrian. Karena tidaklah mudah untuk menciptakan sebuah kayu menjadi peralatan yang berguna dalam kehidupan rumah tangga. Dengan begitu, para pengrajin atau pembuat furniture jepara sendiri perlu di apresiasi setinggi tingginya karena hasil yang mampu diciptakan melalui tangan mereka.

Tahapan atau proses pembuatan furniture melalui beberapa pengerjaan, yang diawali dengan kayu log kemudian melewati tahapan tahapan  panjang untuk menjadi sebuah furniture. Proses yang dilalui itu sangatlah membutuhkan sebuah ketelitian tinggi untuk bisa menghasilkan furniture yang memiliki kualitas baik dan tinggi. Dapat dijabarkan secara garis besar mengenai segala proses tersebut dapat berjalan dan dilewati dan mengatur agar setiap proses yang seharusnya dilewati tidak ada satupun yang terlewat.

Segala proses yang dilalui mempunyai tingkatan dan manfaat yang berbeda beda dan perlu melakukan pemeriksaan yang berbeda juga. Dimulai pada proses awal yang berbentuk sebuah log kayu, lalu dilakukan penggergajian, setelah itu kayu dikeringkan, pembahanan, pembuatan sebuah konruksi, perakitan, sampai pada tahap finishing yang mana sangat memerlukan penanganan dengan menggunakan alat berbeda-beda.

  • Tahapan Logs

Tahapan atau proses produksi furniture pertama ialah kayu yang berbentuk bundar yang memiliki diameter bermacam macam mulai dari 25 sampai dengan 80 cm hal ini tergantung pada jenis kayu yang digunakan. Yang mana kayu tersebut merupakan hasil yang diperoleh ketika penebangan pohon yang banyak dilakukan di hutan dan merupakan proses awal yang belum melewati proses lain. Terkecuali tindakan antisipasi terjadinya retak di ujung ujung log.

Ada juga beberapa kayu yang kulitnya dikupas untuk mempercepat proses pengeringan. Sesudah itu, kayu log kemudian digergaji untuk mendapatak ukuran papan atau balok dengan kebutuhan yang sesuai. Agar log didapatkan dengan kualitas yang baik dan tinggi, maka kayu tersebut perlu memakai kayu yang berkualitas dan telah berumur tua.

  • Tahapan Penggergajian

Proses pembuatan furniture yang kedua ialah dengan melakukan penggergajian dari kayu atau log yang telah didapatkan. Pembelahan log yang digergaji ini bertujuan untuk membuat proses penggergajian pada log kayu dapat dilakukan pengeringan.

pembelahan pada log sendiri dibaut dengan sedemikian rupa yang dimensi pada kayu tersebut disesuaikan berdasarkan ukuran pada ruangan pengering kayu tersebut dan ukuran pada perabot yang hendak dibuat. Anda dapat menggunakan mesin bansaw ataupun gergaji pita, karena gergaji pita dapat membelah kayu log sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Keuntungannya akan membuat kayu yang dibelah tersebut terbuang sedikit.

  • Tahapan Pengeringan Kayu

Sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, kayu harus dilakukan pengeringan agar sifat fisik yang dimilikinya dapat berubah dalam bentuk karena terjadinya perubahan pada kadar kandungan air yang terdapat dalam kayu.

Pengeringan pun bisa sekalian anda gunakan insektisida, karena pemberian insektisida ini dapat membuat kayu terhindar dari beberapa serangga atau penyakit. Dengan begitu kayu pun akan awet dan kuat.

  • Tahapan Pembahanan Dasar

Selanjutnya proses pembuatan furniture memasuki tahap pembahanan dasar yakni kayu yang ideal kemudian dibelah dan dipotong apabila telah kering yang dilakukan pada ruang pembahanan. Tahap ini mengharuskan anda tahu secara tepat mengenai ukuran dari tiap komponen bagi perabot setelah jadi.Posisi mengenai rendeman dan juga serat kayu harus sesuai dengan posisi komponen yang telah diatur dengan benar.

Pemilihan kualitas utama untuk pembuatan bahan kayu yang dibuat pola sampai dengan ukuran kasar ialah pada mata kayu. Pemeriksaan kualitas mengenai bahan berhubungan dengan cacat alami pada  kayu dapat dilakukan di tahapan ini.

  • Tahapan Kontruksi

Pada proses pembuatan mebel jati ini diawali dengan melakukan penyerutan pada kayu agar dapat menghasilkan permukaan halus, kemudian lakukan pemotongan pada setiap sisi dengan panjang sebagai ukuran jadi, sehingga pembuatan lubang pada kontruksi ialah proses yang paling panjang yang terdapat dalam setiap produksi pada furniture kayu.

Berbagai komponen dari bagian furniture ini wajib melalui proses yang terdapat di mesin sama dengan cara berulang kali. Yang mana proses kontruksi ini meliputi beberapa alur dari mulai pembuatan lubang dowel, pembuatan tenon dan mortise, alur dan juga takikan, sampai pada pingul di tiap sisi ujung kayu.

  • Tahapan Perakitan

Dikembalikan lagi pada jenis produk yang hendak anda buat, jika produk yang dibuat merupakan produk lepasan atau biasa dikenal dengan produk knock down, maka perakitan dapat anda lakukan ketika selesainya proses pembuatan furniture jati jepara tahap finishing.

Tetapi untuk komponen seperti halnya pintu atau laci harus dilakukan perakitan dahulu. Semua komponen sangat perlu sekali untuk dilakukan perangitan dengan sangat baik, hal ini agar tampak lebih sempurna maka proses pengamplasan bisa dilakukan kembali setelah seselainya finishing.

  • Tahapan Pengamplasan

Proses pembuatan furniture ukir di tahap ini, pertama kali dilakukan apabila benda kerja telah selesai melewati proses kontruksi. Pada proses ini anda membutuhkan beberapa kali menggunakan grit amplas berbeda namun dengan cara yang bertahap. Dalam tahapan ini, telah seharusnya tidak ada kecacatan kayu yang pecah kembali, retak dan lain sebagainya. Karena hal hal tersebut telah selesai dilakukan pada tahap kontruksi.

Untuk bidang yang kecil dan sempit, maka sangat dianjurkan untuk melakukan pengamplasan dengan amplas yang manual atau tangan. Pada produk furniture seperti halnya lemari, kursi dan meja, proses pengamplasan dapat dilakukan setelah selesainya perakitan. Agar proses berjalan dengan cepat, pengamplasan yang dilakukan pada bidang lebar bisa dengan menggunakan mesin yang khusus untuk pengamplasan sendiri.

  • Tahapan Akhir atau Finishing

Berbagai kecacatan pada kayu dan kesalahan mengenai pengerjaan pada tahapan kontruksi harus selesai ketika memasuki pada tahapan ini. Finishing atau lebih dikenal sebagai tahap akhir dalam proses pembuatan furniture jepara. Tahapan penyelesaian ini apabila segala komponen sudah tersambung dengan sangat baik.

Finishing sendiri dilakukan apabila tahapan perakitan dan pengamplasan telah selesai dilakukan. Kemudian tahapan selanjutnya ialah melakukan pengecatan atau plitur atau vernis dengan menyesuaikan kebutuhan. Mesin yang digunakan pada tahapan ini ialah compressor yang digunakan sebagai penyemprot angin dengan begitu hasil dari plisturan pun akan menjadi rapih dan juga merata.

Demikian mengenai proses pembuatan furniture semoga informasi ini dapat memberikan manfaat yang bisa dipakai oleh semua orang. jika anda berminat ingin membeli furniture kami silahkan hubungi kontak yang telah kami sediakan atau datang langsung ke alamat kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim
Kirim
halo pak, saya mau beli furniture